Selasa
13 Januari 2026
Anis Fidela
03 Nov 2025, 10:25 am

Raising Children with Love Language: SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Gelar Parenting Inspiratif Bersama Dr. Trubus Raharjo

Kudus (03/11) – SD Aisyiyah Multilingual Darussalam menggelar kegiatan Parenting dengan tema “Raising Children with Love Language” (Mendidik Anak dengan Bahasa Cinta) pada Ahad, 2 November 2025. Acara yang berlangsung di Convention Hall Lt. 8 RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus ini menghadirkan Dr. Trubus Raharjo, S.Psi., M.Si., Psikolog sebagai narasumber utama, serta diikuti oleh para orang tua siswa, guru, dan sejumlah tamu undangan dengan penuh antusias. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan lebih dalam tentang cara mendidik anak dengan penuh kasih sayang dan komunikasi yang tepat sesuai dengan karakter anak masing-masing.

Kegiatan dimulai dengan Pra-Acara yang diisi oleh Tim STIFIN yang memberikan sesi menarik tentang bagaimana mengenali tipe kecerdasan anak dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi cara orang tua dalam mendidik. Ini menjadi pengantar yang sangat relevan untuk topik utama acara, yakni penggunaan “bahasa cinta” dalam pola asuh anak.

Acara inti dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Trubus Raharjo, S.Psi., M.Si., Psikolog, seorang psikolog berpengalaman dan seorang dosen di Universitas Muria Kudus yang mengupas tuntas tentang pentingnya memahami dan menggunakan bahasa cinta dalam membangun hubungan yang sehat dengan anak. Dr. Trubus menjelaskan bahwa setiap anak memiliki cara unik dalam menerima dan mengekspresikan kasih sayang, yang sering disebut sebagai “bahasa cinta”. Dengan memahami bahasa cinta anak, orang tua dapat lebih efektif dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka dalam tumbuh kembang yang optimal.

Dalam sesi tersebut, Dr. Trubus menguraikan menguraikan beberapa poin penting yang menjadi fondasi dalam pengasuhan anak:

  1. Fakta Perkembangan Anak
    Dr. Trubus menjelaskan bahwa setiap anak memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, baik secara kognitif, emosional, maupun sosial. Orang tua perlu memahami perbedaan ini agar dapat memberikan stimulus yang tepat sesuai usia dan kebutuhan anak. Ia menekankan pentingnya mengenali karakteristik anak, karena pemahaman ini akan membantu orang tua dalam menyesuaikan pola komunikasi dan pola asuh yang efektif.
  2. Model-Model Pola Asuh
    Dalam paparannya, beliau membahas berbagai model pola asuh — otoriter, overprotektif, permisif, dan otoritatif — serta dampaknya terhadap perkembangan kepribadian anak. Menurutnya, pola asuh otoritatif adalah bentuk terbaik karena menggabungkan kasih sayang dengan kedisiplinan, sehingga anak merasa dihargai sekaligus memiliki batasan yang jelas.
  3. Strategi Komunikasi Efektif dengan Anak
    Dr. Trubus menegaskan bahwa komunikasi adalah kunci utama dalam hubungan orang tua dan anak. Ia memberikan contoh konkret bagaimana mendengarkan dengan empati, memberikan respon yang membangun, serta menggunakan bahasa cinta yang sesuai dengan kepribadian anak. Dengan begitu, anak akan lebih terbuka dan merasa diterima sepenuhnya oleh orang tuanya.
  4. Menjadi Orang Tua yang Hadir dan Bermakna
    Lebih dari sekadar memberi kasih sayang, menjadi orang tua berarti hadir secara emosional bagi anak. “Anak tidak hanya membutuhkan orang tua yang sibuk memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga sosok yang hadir, mendengarkan, dan memahami,” ujar Dr. Trubus dengan penuh penekanan. Ia mengajak para orang tua untuk menjadi role model dalam hal kedisiplinan, empati, dan tanggung jawab.

Ustadzah Amrina Faatihatun Nisa, M.Pd., Kepala Sekolah SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini dapat menjadi jembatan dalam mempererat sinergi antara pola asuh orang tua dan sekolah. “Semoga kegiatan ini menjadi sinergi pola asuh orang tua dan sekolah dalam mendidik anak-anak kita, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih dan memiliki karakter yang baik,” ujar beliau dalam sambutannya.

Acara parenting ini mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir. Banyak orang tua merasa mendapatkan wawasan baru dan lebih memahami bagaimana cara terbaik untuk mendekatkan diri dengan anak-anak mereka melalui bahasa cinta. Hal ini tentunya menjadi bekal penting bagi orang tua dalam mengoptimalkan peran mereka dalam pendidikan anak, baik di rumah maupun di sekolah.

Melalui kegiatan ini, SD Aisyiyah Multilingual Darussalam kembali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan peran keluarga dalam mendidik generasi penerus bangsa dengan cinta dan nilai-nilai Islami.

Dengan keberhasilan acara ini, diharapkan semakin banyak orang tua yang semakin sadar akan pentingnya pemahaman terhadap bahasa cinta dalam mendidik anak-anak mereka, serta pentingnya kerja sama yang harmonis antara sekolah dan keluarga.

Artikel ini memiliki 0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 


SEKOLAH

SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus

Kampus 1 : Kompleks Darussalam Education Centre Desa Getassrabi RT 02 RW 03 Kec. Gebog Kab. Kudus || Kampus 2 : Jl. Kaliwungu - Besito Honocoroko Kaliwungu RT 07 RW 01 Kec. Kaliwungu Kab. Kudus

Amrina Faatihatun Nisa, S.Pd

Kepala Sekolah

Info Sekolah

SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus

NPSN 70030469
Kampus 1 : Kompleks Darussalam Education Centre Desa Getassrabi RT 02 RW 03 Kec. Gebog Kab. Kudus || Kampus 2 : Jl. Kaliwungu - Besito Honocoroko Kaliwungu RT 07 RW 01 Kec. Kaliwungu Kab. Kudus
TELEPON 082321844414
EMAIL [email protected]
WHATSAPP 082321844414